Lemahireng, 27 Juli 2026 — Sebagai upaya memperkenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi pertanian bersama siswa kelas III SDN 01 Lemahireng. Kegiatan ini dipandu oleh Tanaya Azalia Kalika Amarapuri, mahasiswa S1 Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan, Universitas Diponegoro.

Mengusung tema “Menanam Bersama, Belajar Bersama”, kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa pada dasar-dasar pertanian melalui pengalaman belajar secara langsung dan menyenangkan. Tanaya memperkenalkan kepada siswa mengenai proses dasar menanam serta pentingnya pertanian dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyediakan kebutuhan pangan.

Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada tanaman cabai sebagai salah satu tanaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai dasar-dasar menanam dan cara merawat tanaman cabai. Selanjutnya, siswa diajak untuk mengikuti demonstrasi lapangan dan mempraktikkan secara langsung proses menanam bibit cabai menggunakan media polybag.

Dengan penuh antusias, para siswa berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari menyiapkan polybag hingga menanam bibit cabai. Melalui praktik langsung tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pertanian, tetapi juga belajar mengenai pentingnya ketelitian, tanggung jawab, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Kegiatan edukasi pertanian ini diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap dunia pertanian sejak dini. Melalui pengalaman langsung menanam dan merawat tanaman cabai dalam polybag, siswa dapat memahami bahwa pertanian merupakan proses yang membutuhkan kesabaran dan tanggung jawab hingga tanaman dapat tumbuh dan menghasilkan.

Kegiatan “Menanam Bersama, Belajar Bersama” juga menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDG) 4: Pendidikan Bermutu. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan pengalaman langsung, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar secara aktif, kreatif, dan kontekstual. Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan sekaligus memberikan pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, kegiatan edukasi pertanian ini tidak hanya memperkenalkan cara menanam tanaman cabai, tetapi juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, tanggung jawab, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sejak dini.

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *